Wis Ora Wancine Kakehan Sambat

Dhemen Tumandang, Ora Wegah Kangelan
“Suka Berbuat, Tidak Enggan Berkeringat”

Sekarang hari kamis. Artinya, sudah lewat separuh waktu Panjenengan bekerja di pekan ini. Lazimnya, Panjenengan yang memiliki rutinitas setiap hari bekerja dari pagi hingga petang, sudah mulai merasakan kejenuhan. Rasa hati sudah segera ingin menikmati liburan hari minggu. Maka, tidak salah kalau BijakJawa pagi ini sengaja mengunggah slogan bertema semangat kerja.

Dalam catatan sejarah Jawa, nglokro adalah fenomena lawas yang nyaris diidap oleh setiap generasi. Maka leluhur budiman Jawa sejak dulu hingga kini selalu giat mengulang anjuran “rame ing gawe, sepi ing pamrih”. Kenapa pesannya begitu? Karena faktor utama penyebab kendornya semangat kerja adalah perhitungan untung-rugi secara materi. Padahal seburuk-buruknya sikap pekerja adalah terlalu suntuk memikirkan keuntungan sampai lupa kapan akan memulai pekerjaannya dan bagaimana menyelesaikannya.

Dan yang paling penting untuk diingat adalah bahwa manusia Jawa memiliki slogan “tuna satak bathi sanak”. Dalam hal pekerjaan, untung atau rugi tidak selalu ditentukan oleh nilai materi. Bahkan tidak jarang kita harus bangga dan bahagia ketika berkurang kekayaan materi yang dimiliki demi keberuntungan mendapatkan kawan baru, saudara baru, sahabat baru, mungkin juga hingga kekasih baru.

Semoga Panjenengan semua tergolong orang-orang yang mempeng nyambut gawe tanpa kewuhan mikir sepira asile karena kerja keras adalah peristiwa yang menyuguhkan peluang untuk mendapatkan lembutnya cinta.

Sugito Ha Es

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*